Memilih solusi pengolahan air sesuai sumber air merupakan langkah penting sebelum memasang filter atau water purifier di rumah. Air yang berasal dari PDAM, sumur, maupun sumber lainnya dapat memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, sistem pengolahan yang efektif untuk satu rumah belum tentu memberikan hasil yang sama di rumah lainnya.
Banyak orang memilih filter berdasarkan jenis produk, jumlah tahap penyaringan, atau rekomendasi orang lain. Padahal, pendekatan yang lebih tepat adalah memahami terlebih dahulu dari mana air berasal, bagaimana kondisi airnya, dan untuk apa air tersebut digunakan.
World Health Organization (WHO) juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dalam pengelolaan kualitas air, mulai dari sumber hingga konsumen. Pemilihan teknologi pengolahan perlu mempertimbangkan kondisi lokal dan karakteristik air yang akan ditangani.
Setiap Sumber Air Memiliki Karakteristik yang Berbeda
Sumber air merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas air yang sampai ke rumah. Air perpipaan seperti PDAM umumnya telah melalui proses pengolahan sebelum didistribusikan, tetapi kualitas air yang sampai ke titik penggunaan juga dapat dipengaruhi oleh jaringan perpipaan, tangki penyimpanan, maupun instalasi di rumah.
Berbeda dengan air sumur yang karakteristiknya dapat dipengaruhi oleh kondisi tanah, lingkungan sekitar, dan aktivitas di sekitar sumber air. Air tanah juga dapat memiliki kandungan mineral atau zat tertentu secara alami.
Bahkan, dua rumah yang sama-sama menggunakan air sumur belum tentu membutuhkan sistem pengolahan yang sama. Kondisi sumber air dan hasil pengujian kualitas air tetap perlu menjadi dasar dalam menentukan teknologi yang digunakan.
EPA menjelaskan bahwa pemilihan teknologi pengolahan air perlu mempertimbangkan faktor seperti karakteristik kimia dan kekeruhan sumber air.
Baca Juga: Persiapan Memasang Filter Air: Apa yang Perlu Disiapkan?
Mengapa Satu Jenis Filter Belum Tentu Cukup?
Setiap teknologi pengolahan air memiliki fungsi dan kemampuan yang berbeda. Filter sedimen, misalnya, dapat digunakan untuk menangani partikel atau kotoran fisik. Activated carbon dapat membantu mengurangi senyawa tertentu yang memengaruhi rasa dan bau. Sementara itu, reverse osmosis (RO) bekerja menggunakan membran untuk mengurangi berbagai zat terlarut tertentu.
Artinya, filter tidak dapat dipilih hanya berdasarkan istilah “filter air” atau banyaknya tahap filtrasi.
Sebagai contoh, air yang keruh karena banyak mengandung sedimen membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan air yang memiliki tingkat kesadahan tinggi. Begitu pula air dengan risiko mikrobiologis membutuhkan teknologi yang berbeda dari air yang hanya memiliki masalah rasa atau bau.
CDC juga menjelaskan bahwa sistem pengolahan air rumah tangga memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, kondisi air sebaiknya diketahui terlebih dahulu agar sistem yang dipilih dapat menangani kontaminan yang memang menjadi perhatian.
Analisis Air Membantu Menentukan Solusi yang Tepat
Salah satu langkah penting sebelum memilih sistem pengolahan adalah mengetahui kondisi air melalui pengujian atau analisis yang sesuai.
Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kontaminan tertentu. Sebaliknya, air yang memiliki warna atau bau tertentu belum tentu menunjukkan seluruh masalah yang ada di dalam air. CDC menekankan bahwa tampilan, rasa, dan bau tidak selalu dapat menjadi indikator yang cukup untuk menentukan keamanan air.
Hasil analisis dapat membantu mengetahui parameter yang perlu diperhatikan, seperti kekeruhan, pH, besi, mangan, kesadahan, zat terlarut, maupun parameter mikrobiologi tertentu.
Dengan informasi tersebut, pemilihan teknologi dapat dilakukan secara lebih terarah.
Pendekatan ini juga membantu menghindari dua kondisi yang sama-sama kurang ideal. Under-treatment terjadi ketika sistem yang digunakan tidak mampu menangani masalah utama pada air. Sebaliknya, over-treatment terjadi ketika sistem yang digunakan terlalu kompleks untuk kebutuhan sebenarnya sehingga biaya dan perawatannya menjadi lebih besar dari yang diperlukan.
Baca Juga: Cara Menentukan Filter Air Berdasarkan Hasil Tes Kualitas Air
Bagaimana Menentukan Solusi Pengolahan Air?
Secara sederhana, proses pemilihan solusi dapat dimulai dari beberapa langkah:
Kenali sumber air → periksa kondisi air → tentukan kebutuhan penggunaan → pilih teknologi → evaluasi hasil pengolahan
Sumber air dan tujuan penggunaan perlu dilihat secara bersamaan. Air untuk mandi dan mencuci memiliki kebutuhan yang berbeda dengan air yang akan digunakan untuk memasak atau diminum.
Untuk kebutuhan air minum, misalnya, teknologi seperti reverse osmosis atau ultraviolet dapat dipertimbangkan sesuai karakteristik air dan target kualitas yang ingin dicapai. NSF menjelaskan bahwa standar pengolahan air seperti NSF/ANSI 42, 53, 55, dan 58 memiliki ruang lingkup dan fungsi yang berbeda, sehingga sertifikasi maupun klaim pengurangan kontaminan perlu dilihat berdasarkan kebutuhan spesifik.
Dengan demikian, tujuan akhirnya bukan sekadar memiliki filter, tetapi mendapatkan sistem pengolahan yang sesuai dengan kondisi air dan penggunaan sehari-hari.
Pureve: Solusi Air yang Disesuaikan dengan Kebutuhan
Inilah alasan pendekatan berbasis kondisi air penting dalam memilih solusi pengolahan air di rumah.
Pureve menyediakan solusi untuk kebutuhan air rumah tangga, mulai dari filter air Point of Entry (POE) hingga water purifier Point of Use (POU). Solusi tersebut dapat dipertimbangkan berdasarkan sumber air, kondisi air, serta kebutuhan penggunaannya.
Untuk kebutuhan tertentu, Pureve juga menyediakan layanan yang membantu memahami kondisi air sebelum menentukan solusi. Pendekatan ini membuat pemilihan sistem tidak hanya berdasarkan produk yang tersedia, tetapi berdasarkan permasalahan air yang perlu ditangani.
Jika air di rumah mengalami masalah seperti keruh, berbau, meninggalkan kerak, atau Anda ingin mendapatkan air minum langsung dari titik penggunaan, langkah pertama sebaiknya bukan langsung membeli filter.
Kenali dulu kondisi airnya, lalu tentukan solusinya.
Kesimpulan
Tidak ada satu sistem pengolahan air yang otomatis cocok untuk semua rumah. Perbedaan sumber air, karakteristik air, dan kebutuhan penggunaan membuat solusi yang dibutuhkan setiap rumah dapat berbeda.
Karena itu, solusi pengolahan air sesuai sumber air sebaiknya dimulai dengan memahami sumber dan kondisi air, melakukan analisis yang diperlukan, kemudian memilih teknologi berdasarkan masalah yang ingin ditangani.
Dengan pendekatan tersebut, sistem pengolahan air dapat menjadi lebih tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan rumah Anda.
Ingin tahu solusi pengolahan air yang sesuai dengan kondisi air di rumah Anda? Konsultasikan kebutuhan filter air dan water purifier bersama Pureve.


