Memilih filter air berdasarkan hasil tes air merupakan langkah penting agar sistem pengolahan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi air. Setiap sumber air dapat memiliki permasalahan yang berbeda, mulai dari kekeruhan, kandungan besi dan mangan, kesadahan, bau, hingga kontaminasi mikrobiologis.
Karena itu, memilih filter hanya berdasarkan tampilan air atau rekomendasi umum belum tentu memberikan hasil yang optimal.
Mengapa Hasil Tes Air Penting untuk Menentukan Filter?
Air yang terlihat jernih belum tentu memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kontaminan tidak dapat diketahui hanya melalui warna, bau, atau rasa sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui kondisi air secara lebih objektif. Hasil uji air dapat menunjukkan parameter apa yang perlu ditangani sekaligus tingkat permasalahannya.
Pemilihan teknologi juga perlu mempertimbangkan kondisi sumber air dan target kualitas yang ingin dicapai. Hal ini sejalan dengan panduan World Health Organization (WHO) yang menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi lokal dan kualitas air dalam menentukan teknologi pengolahan.
Di Indonesia, persyaratan terkait kesehatan lingkungan dan kualitas air juga diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Cara Menentukan Filter Air Berdasarkan Hasil Tes Kualitas Air
1. Identifikasi Parameter yang Bermasalah
Langkah pertama adalah melihat hasil uji dan mengidentifikasi parameter yang memiliki nilai di luar target kualitas air yang dibutuhkan.
Beberapa parameter yang umum diperiksa antara lain:
- Kekeruhan dan TSS: menunjukkan adanya partikel tersuspensi seperti pasir, lumpur, atau sedimen.
- Besi (Fe) dan mangan (Mn): dapat menyebabkan warna kekuningan, bau, rasa logam, atau noda pada peralatan.
- pH: menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air.
- Kesadahan: berkaitan dengan kandungan kalsium dan magnesium yang dapat menyebabkan kerak.
- Bau, warna, klorin, dan senyawa organik: dapat memengaruhi karakteristik serta kenyamanan penggunaan air.
- Parameter mikrobiologi: membantu mengetahui keberadaan mikroorganisme tertentu dalam air.
Dengan mengetahui parameter yang bermasalah, pemilihan filter dapat dilakukan dengan lebih terarah.
BACA JUGA: Tanda Rumah Butuh Filter Air: Jangan Abaikan Sebelum Terlambat
2. Sesuaikan Masalah Air dengan Teknologi Filtrasi
Setiap teknologi filtrasi memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, jangan memilih filter hanya berdasarkan istilah “filter air” atau ukuran penyaringan.
Sebagai gambaran umum:
| Masalah Air | Teknologi yang Dapat Dipertimbangkan |
| Pasir, lumpur, sedimen, kekeruhan | Filter sedimen atau media filtrasi |
| Bau, warna, klorin, senyawa organik | Karbon aktif |
| Besi (Fe) dan mangan (Mn) | Media khusus pengurangan Fe/Mn |
| Kesadahan tinggi | Water softener |
| Zat terlarut tertentu atau kebutuhan pemurnian lebih tinggi | Reverse Osmosis (RO) |
| Mikroorganisme | Disinfeksi, seperti UV, sesuai kebutuhan |
Pemilihan teknologi tetap perlu melihat keseluruhan hasil uji, bukan hanya satu parameter. Efektivitas proses pengolahan juga dapat menentukan apakah pengolahan yang ada sudah mencukupi atau membutuhkan proses tambahan.
3. Perhatikan Sumber Air dan Tujuan Penggunaannya
Selain hasil uji, sumber air juga perlu diperhatikan. Air PDAM dan air sumur dapat memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kebutuhan pengolahannya pun tidak selalu sama.
Tujuan penggunaan air juga menjadi pertimbangan penting. Air untuk kebutuhan rumah tangga dapat memiliki kebutuhan berbeda dengan air untuk bisnis, komersial, maupun proses produksi.
Dengan memahami sumber dan tujuan penggunaan air, sistem pengolahan dapat dirancang agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengguna.
4. Pertimbangkan Sistem Filtrasi Bertahap
Jika hasil uji menunjukkan lebih dari satu parameter yang bermasalah, satu jenis filter belum tentu cukup. Sistem pengolahan air dapat menggunakan beberapa tahap filtrasi, dengan setiap tahap dirancang untuk menangani karakteristik air tertentu.
Sebagai contoh, air dengan kekeruhan tinggi dapat membutuhkan penyaringan awal untuk mengurangi pasir, lumpur, dan partikel. Tahap berikutnya dapat ditujukan untuk menangani permasalahan seperti besi, mangan, bau, atau senyawa organik.
Dengan demikian, hasil uji air tidak hanya membantu memilih filter, tetapi juga menjadi dasar dalam merancang sistem pengolahan air.
5. Pastikan Filter Sesuai dengan Kapasitas Kebutuhan
Filter yang tepat bukan hanya filter yang mampu menangani kontaminan, tetapi juga harus sesuai dengan kebutuhan penggunaan air.
Perhatikan beberapa hal seperti:
- sumber air yang digunakan;
- debit dan tekanan air;
- jumlah pengguna;
- volume pemakaian air;
- tujuan penggunaan air, seperti rumah tangga, komersial, atau kebutuhan produksi;
- serta kebutuhan perawatan sistem.
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, sistem filtrasi dapat bekerja lebih sesuai dengan kondisi penggunaan dan tidak sekadar dipilih berdasarkan jenis kontaminannya.
BACA JUGA: Apa Saja Peran Filter Air terhadap Kualitas Makan?
Jadi, Filter Air Mana yang Tepat?
Tidak ada satu jenis filter yang otomatis cocok untuk semua sumber air. Air yang keruh membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan air yang mengandung besi, mangan, atau mikroorganisme.
Karena itu, cara yang lebih tepat adalah mengikuti alur:
Uji kualitas air → identifikasi parameter bermasalah → tentukan teknologi → sesuaikan dengan sumber dan kebutuhan air → evaluasi hasil pengolahan.
Pendekatan ini membantu memastikan sistem filtrasi yang dipilih benar-benar menjawab permasalahan air, bukan hanya mengatasi gejala yang terlihat.
Temukan Solusi Filter Air yang Sesuai Bersama Pureve
Menentukan filter air yang tepat membutuhkan pemahaman mengenai kondisi air dan kebutuhan pengguna. Jika masih belum mengetahui penyebab masalah air atau teknologi pengolahan yang sesuai, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memahami kondisi air melalui pemeriksaan dan analisis yang tepat.
Pureve membantu mengidentifikasi permasalahan air dan memberikan rekomendasi solusi pengolahan yang disesuaikan dengan kondisi sumber air serta kebutuhan pengguna. Dengan begitu, sistem yang dipilih tidak hanya berdasarkan masalah yang terlihat, tetapi berdasarkan kondisi air secara keseluruhan.
Konsultasikan kondisi air Anda bersama tim Pureve dan temukan solusi pengolahan air yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Referensi
- Mashadi, A., Sulistyorini, D., & Kurniawan, V. R. (2022), Perencanaan Filter Air Bersih Skala Rumah Tangga di Dusun Kradenan Selatan.
- Endeavour Centre, Water Filters. Water Filters – Endeavour Centre
- World Health Organization (WHO), Guidelines for Drinking-water Quality. WHO – Guidelines for Drinking-water Quality
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Permenkes No. 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP No. 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan


