Memiliki rumah baru tentu menjadi momen yang membahagiakan. Namun, sebelum mulai menempatinya, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu cek kualitas air rumah baru. Banyak orang beranggapan bahwa rumah baru otomatis memiliki kualitas air yang baik. Padahal, kondisi sumber air, jaringan distribusi, hingga instalasi pipa yang baru dipasang dapat memengaruhi kualitas air yang digunakan sehari-hari.
Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kandungan zat besi, mangan, kapur, maupun sisa bahan kimia seperti kaporit. Karena itu, melakukan pemeriksaan kualitas air sejak awal merupakan langkah penting agar kenyamanan dan kesehatan keluarga tetap terjaga.
Kenapa Harus Analisis Air Rumah Baru?
Sebelum rumah dihuni, hampir semua orang fokus memeriksa kondisi bangunan, instalasi listrik, atau sistem drainase. Sayangnya, kualitas air sering kali luput dari perhatian.
Padahal, air akan digunakan setiap hari untuk mandi, mencuci, memasak, hingga dikonsumsi setelah melalui proses penyaringan. Jika kualitas air kurang baik, berbagai masalah bisa muncul, mulai dari kerak pada peralatan, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan apabila kandungan tertentu melebihi batas yang dianjurkan.
Dengan melakukan analisis kualitas air sejak awal, Anda dapat mengetahui kondisi air yang sebenarnya sehingga solusi pengolahan yang dipilih menjadi lebih tepat dan efisien.
Masalah Air di Perumahan Baru yang Sering Diabaikan
Setiap kawasan perumahan memiliki karakteristik air yang berbeda. Bahkan rumah dalam satu kompleks sekalipun bisa memiliki kualitas air yang tidak sama, tergantung sumber air dan kondisi distribusinya.
Berikut beberapa masalah yang paling sering ditemukan.
1. Air Sumur Tinggi Zat Besi dan Mangan
Banyak perumahan menggunakan sumur bor sebagai sumber air utama, terutama di kawasan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan air kota.
Air tanah sering kali mengandung kadar zat besi (Fe) dan mangan (Mn) yang cukup tinggi. Ciri-cirinya antara lain:
- Air berwarna kekuningan atau kecokelatan setelah didiamkan.
- Muncul noda kuning pada wastafel, kloset, atau keramik.
- Air memiliki rasa atau aroma logam.
- Pakaian putih mudah menguning setelah dicuci.
Selain mengganggu estetika, kandungan zat besi dan mangan yang tinggi juga dapat mempercepat penyumbatan pipa dan menurunkan performa peralatan rumah tangga.
Baca Juga: Filter Air Rumah Baru: Apa yang Perlu Disiapkan?
2. Air PAM Berbau Kaporit Menyengat
Tidak semua rumah baru menggunakan air sumur. Banyak juga yang mengandalkan pasokan dari PDAM atau PAM.
Air PAM telah melalui proses desinfeksi menggunakan klorin atau kaporit untuk membunuh mikroorganisme. Namun, pada kondisi tertentu, kadar klorin dapat terasa cukup tinggi sehingga menimbulkan bau menyengat.
Beberapa dampak yang sering dirasakan penghuni antara lain:
- Bau kaporit saat mandi.
- Rasa air kurang nyaman.
- Kulit terasa lebih kering setelah mandi.
- Aroma makanan atau minuman dapat berubah jika menggunakan air tanpa pengolahan tambahan.
Meskipun masih memenuhi standar distribusi, sebagian besar penghuni tetap memilih menyaring air untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
3. Kandungan Kapur yang Merusak Saniter
Air sadah atau air dengan kandungan mineral kalsium dan magnesium yang tinggi juga cukup sering ditemukan di beberapa daerah.
Masalah ini biasanya tidak langsung terlihat pada hari pertama, tetapi mulai muncul setelah beberapa bulan penggunaan.
Tanda-tandanya meliputi:
- Kerak putih pada shower dan keran.
- Noda putih pada kaca kamar mandi.
- Water heater lebih cepat berkerak.
- Mesin cuci dan perlengkapan rumah tangga menjadi kurang efisien.
- Sabun lebih sulit berbusa.
Dalam jangka panjang, kerak akibat kapur dapat meningkatkan biaya perawatan berbagai peralatan rumah tangga.
Pentingnya Cek Kualitas Air Rumah Baru Sebelum Ditempati
Melakukan pemeriksaan kualitas air bukan sekadar untuk mengetahui apakah air terlihat bersih atau tidak. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi parameter penting seperti:
- Warna dan tingkat kekeruhan.
- Bau air.
- Kandungan zat besi dan mangan.
- Tingkat kesadahan (kapur).
- pH air.
- Kandungan klorin.
- Parameter lain sesuai kebutuhan.
Dengan hasil analisis tersebut, Anda tidak perlu menebak-nebak jenis filter yang harus dipasang. Sistem filtrasi dapat disesuaikan dengan kondisi air di rumah sehingga hasilnya lebih maksimal.
Langkah ini juga dapat membantu menghindari pengeluaran yang tidak perlu akibat salah memilih filter atau harus mengganti media filtrasi dalam waktu singkat karena tidak sesuai dengan karakteristik air.
Selain itu, kualitas air yang baik akan menjaga umur pipa, keran, shower, mesin cuci, water heater, hingga peralatan dapur agar lebih awet.
Baca Juga: Masalah Air Rumah Baru: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Solusi Filter Air Rumah Baru dari Pureve
Setelah melakukan analisis kualitas air, langkah berikutnya adalah memilih sistem filtrasi yang sesuai.
Pureve menyediakan solusi filter air rumah yang dirancang untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan kualitas air, baik yang berasal dari air sumur maupun air PAM.
Beberapa keunggulan solusi Pureve antara lain:
- Membantu menyaring kotoran dan partikel halus dalam air.
- Mengurangi kandungan zat besi dan mangan sesuai kebutuhan sistem.
- Membantu mengurangi bau kaporit pada air PAM.
- Membantu mengurangi endapan yang menyebabkan noda dan kerak.
- Menyesuaikan konfigurasi filter dengan hasil analisis kualitas air.
- Perawatan yang mudah dengan dukungan layanan profesional.
Dengan pendekatan yang tepat, sistem filtrasi tidak hanya membuat air lebih jernih, tetapi juga memberikan kenyamanan untuk seluruh aktivitas rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.
Pemasangan filter sejak rumah baru akan ditempati juga menjadi investasi yang baik karena dapat membantu melindungi instalasi air dan berbagai peralatan rumah tangga dari kerusakan akibat kualitas air yang kurang baik.
Kesimpulan
Rumah baru belum tentu memiliki kualitas air yang ideal. Baik menggunakan air sumur maupun air PAM, masing-masing memiliki potensi masalah yang berbeda, mulai dari kandungan zat besi dan mangan, bau kaporit, hingga tingginya kadar kapur.
Karena itu, cek kualitas air rumah baru sebaiknya dilakukan sebelum rumah mulai dihuni. Dengan mengetahui kondisi air sejak awal, Anda dapat memilih sistem filtrasi yang tepat sehingga air menjadi lebih nyaman digunakan sekaligus membantu menjaga keawetan instalasi dan peralatan rumah tangga.
Ingin memastikan kualitas air di rumah baru Anda sebelum mulai ditempati?
Pureve siap membantu melalui solusi filter air yang disesuaikan dengan kondisi sumber air di rumah Anda. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim Pureve dan temukan sistem filtrasi yang tepat agar keluarga dapat menikmati air yang lebih jernih, nyaman, dan berkualitas sejak hari pertama menempati rumah.

