Pernah melihat air keran putih susu saat pertama kali keluar dari keran? Air terlihat putih, berkabut, atau seperti bercampur susu, tetapi setelah didiamkan beberapa saat perlahan berubah menjadi bening. Kondisi ini dapat membuat khawatir, terutama jika air digunakan untuk minum, memasak, mandi, atau mencuci.
Namun, air putih seperti susu tidak selalu berarti air sedang tercemar. Salah satu penyebab yang umum adalah gelembung udara berukuran sangat kecil yang terperangkap di dalam air. Meski begitu, penting untuk mengetahui perbedaannya dengan kekeruhan akibat partikel atau masalah kualitas air lainnya sebelum menentukan solusi, termasuk memilih filter air rumah.
Mengapa Air Keran Bisa Terlihat Putih Seperti Susu?
Salah satu penyebab air keran putih adalah adanya gelembung udara kecil yang terperangkap di dalam air.
Perubahan tekanan dan aliran di dalam sistem perpipaan dapat menyebabkan udara yang terlarut di dalam air membentuk gelembung-gelembung kecil. Dalam jumlah banyak, gelembung ini membuat air terlihat putih atau keruh seperti susu.
Drinking Water Inspectorate (DWI) dari Inggris menjelaskan bahwa air putih atau keruh umumnya dapat disebabkan oleh gelembung udara. Kondisi ini dapat diperiksa dengan menuangkan air ke dalam gelas transparan dan mengamati apakah air kembali jernih dari bagian bawah ke atas.
Jadi, jika air terlihat putih ketika baru keluar dari keran tetapi perlahan menjadi bening setelah beberapa saat, gelembung udara merupakan salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan.
Cara Sederhana Mengecek Air Putih Seperti Susu
Sebelum langsung membeli filter, Anda dapat melakukan pengamatan sederhana di rumah.
1. Isi gelas transparan
Ambil air langsung dari keran dan masukkan ke gelas bening. Hindari mengocok atau mengaduk air agar perubahan dapat diamati dengan lebih jelas.
2. Diamkan beberapa menit
Perhatikan apakah warna putih atau keruh mulai menghilang.
3. Amati arah air menjadi bening
Jika kekeruhan menghilang dari bagian bawah gelas ke atas, hal tersebut merupakan ciri yang konsisten dengan gelembung udara. DWI menggunakan pengamatan ini sebagai cara sederhana untuk membedakan air putih akibat udara dari kondisi lain.
Jika air tetap keruh, terdapat endapan, atau muncul perubahan lain, penyebabnya mungkin berbeda dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: Cara Cek Air Layak Minum Tanpa Alat: Panduan Praktis di Rumah
Air Keran Putih Susu vs Air Keruh karena Partikel
Tampilan air dapat memberikan petunjuk awal, tetapi tidak semua kekeruhan memiliki penyebab yang sama.
Air putih karena gelembung udara
Umumnya memiliki ciri:
- Terlihat putih atau berkabut ketika baru keluar dari keran.
- Perlahan menjadi jernih setelah didiamkan.
- Tidak meninggalkan endapan setelah air menjadi bening.
- Dapat terjadi karena perubahan tekanan atau kondisi aliran air.
Air keruh karena partikel
Perlu lebih diperhatikan apabila:
- Air tetap keruh setelah didiamkan.
- Terdapat partikel atau endapan di dasar gelas.
- Warna air berubah menjadi kuning, cokelat, abu-abu, atau warna lain.
- Kondisi terjadi terus-menerus.
- Disertai perubahan bau atau rasa.
DWI juga mencatat bahwa air berwarna putih dapat memiliki penyebab lain, termasuk partikel atau endapan tertentu, sehingga pengamatan menggunakan gelas dapat membantu memberikan petunjuk awal mengenai penyebabnya.
Dengan kata lain, air putih seperti susu yang kembali bening tidak boleh langsung disamakan dengan air yang terkontaminasi, tetapi juga tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya dasar untuk menyatakan air aman.
Kapan Air Keran Putih Perlu Diperiksa?
Jika air hanya tampak putih sesaat dan kemudian kembali jernih, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan udara di dalam air. Namun, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dipertimbangkan jika masalah berlangsung terus-menerus atau disertai perubahan lainnya.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan adalah:
1. Air Tetap Keruh
Jika setelah didiamkan air tetap putih atau keruh, penyebabnya mungkin bukan sekadar gelembung udara.
2. Muncul Endapan
Partikel yang mengendap di dasar gelas dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat material tersuspensi dalam air.
3. Ada Perubahan Bau atau Rasa
Perubahan bau atau rasa yang tidak biasa juga sebaiknya tidak diabaikan. CDC menjelaskan bahwa perubahan warna, rasa, atau bau air tidak selalu berarti terdapat masalah kesehatan, tetapi perubahan tersebut terkadang dapat menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperiksa.
4. Kondisi Terjadi Berulang
Jika air keran putih susu terus muncul atau terjadi di beberapa keran, sumber masalah sebaiknya ditelusuri. DWI menyarankan menghubungi penyedia air untuk mendapatkan bantuan jika air putih atau keruh tidak kunjung hilang atau terus terjadi.
Untuk kondisi yang mengkhawatirkan, pengujian kualitas air dapat membantu mengetahui parameter apa yang sebenarnya bermasalah. CDC juga menyarankan pengujian air untuk mengetahui keberadaan mikroorganisme atau bahan kimia tertentu ketika terdapat kekhawatiran mengenai kualitas air.
Baca Juga: Air Minum Berbau: Penyebab, Risiko, dan Solusinya
Jangan Langsung Memilih Filter dari Tampilan Air
Melihat air keruh atau putih sering kali membuat pemilik rumah langsung mencari filter air rumah. Padahal, jenis filter yang tepat bergantung pada masalah yang ingin ditangani.
CDC menjelaskan bahwa sistem pengolahan air yang berbeda memiliki kemampuan berbeda dalam mengurangi mikroorganisme maupun bahan kimia tertentu. Karena itu, kondisi air sebaiknya diketahui terlebih dahulu sebelum menentukan sistem pengolahan yang digunakan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum memilih filter:
- Apa sumber air yang digunakan di rumah?
- Apakah masalah terjadi di semua keran atau hanya satu titik?
- Apakah air menjadi bening setelah didiamkan?
- Apakah terdapat endapan?
- Apakah terdapat bau atau rasa yang tidak biasa?
- Apakah air pernah diuji di laboratorium?
- Air akan digunakan untuk minum saja atau untuk seluruh kebutuhan rumah?
Pilihan sistem juga dapat berbeda berdasarkan titik penggunaannya. Point-of-use (POU) digunakan untuk mengolah air pada titik tertentu, seperti keran dapur, sedangkan point-of-entry (POE) atau whole-home system mengolah air yang masuk ke rumah sehingga dapat digunakan pada berbagai titik.
Yang tidak kalah penting, filter juga membutuhkan perawatan. CDC mengingatkan bahwa filter perlu dirawat dan diganti sesuai petunjuk produsen agar tetap bekerja dengan baik dan tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Jadi, Apakah Air Keran Putih Susu Berbahaya?
Tidak selalu.
Jika air keran putih susu kembali bening setelah beberapa saat, terutama dengan pola kekeruhan yang menghilang dari bawah ke atas, gelembung udara merupakan salah satu penyebab yang umum. DWI menyebut kondisi air putih atau keruh akibat udara sebagai kondisi yang umumnya tidak berbahaya.
Namun, jika air tetap keruh, meninggalkan endapan, berubah warna, memiliki bau atau rasa yang tidak biasa, atau terus terjadi dalam jangka waktu lama, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pengamatan visual. Pemeriksaan kualitas air dapat membantu menentukan penyebab dan solusi yang sesuai.
Pada akhirnya, memahami kondisi air sebelum memilih filter adalah langkah yang penting. Filter yang tepat bukan ditentukan hanya dari tampilan air, tetapi dari masalah kualitas air yang memang perlu ditangani.
Kenali Kondisi Air Sebelum Memilih Solusi
Air yang terlihat putih seperti susu belum tentu menunjukkan adanya kontaminasi. Dalam kondisi tertentu, tampilan tersebut dapat berasal dari gelembung udara yang kemudian hilang dengan sendirinya.
Namun, jika kondisi air menetap atau disertai perubahan lain, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan penyebabnya. Dengan mengetahui kondisi air terlebih dahulu, pemilik rumah dapat menentukan apakah membutuhkan filter, jenis pengolahan tertentu, atau justru tidak membutuhkan sistem tambahan.
Pureve membantu Anda memahami kebutuhan pengolahan air berdasarkan kondisi dan penggunaan air di rumah. Jika Anda menemukan perubahan pada air di rumah dan ingin mengetahui solusi yang sesuai, konsultasikan kebutuhan air Anda bersama Pureve.
Referensi
- White or Cloudy Water – Drinking Water Inspectorate (UK Government)
- About Choosing Home Water Filters – Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
- About Home Water Treatment Systems – Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
- About Drinking Water – Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

