Pureve

Merebus Air Menghilangkan Kontaminan? Bisa atau Tidak?

merebus air menghilangkan kontaminan

Merebus air sering dianggap sebagai cara sederhana untuk membuat air lebih aman diminum. Namun, apakah benar merebus air menghilangkan kontaminan? Jawabannya tidak selalu. Perebusan memang efektif untuk menonaktifkan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit, tetapi tidak dapat menghilangkan semua jenis kontaminan yang mungkin terdapat di dalam air.

Air dapat mengandung kontaminan biologis, fisik, maupun kimia. Masing-masing membutuhkan metode pengolahan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi ketika air direbus dan kapan metode lain mungkin diperlukan.

1. Merebus Air Efektif Menonaktifkan Bakteri dan Mikroorganisme

Manfaat utama perebusan air adalah mengatasi kontaminasi mikrobiologis.

Ketika air mencapai titik didih, suhu tinggi dapat menonaktifkan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit, termasuk:

  • Bakteri
  • Virus
  • Protozoa atau parasit tertentu

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), air yang dididihkan dengan benar dapat digunakan untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Dalam kondisi tertentu seperti, CDC merekomendasikan air dididihkan selama setidaknya 1 menit sebelum digunakan untuk minum atau keperluan tertentu.

Jadi, jika masalah utama pada air adalah mikroorganisme, merebus air menghilangkan bakteri dan menonaktifkan sejumlah mikroorganisme lainnya dapat menjadi langkah yang efektif.

Namun, kemampuan perebusan berhenti sampai di sini.

Baca Juga: Bahaya Minum Air Rebusan: Apakah Ada?

2. Merebus Air Tidak Menghilangkan Logam Berat

Bagaimana jika air mengandung logam berat?

Perebusan bukan metode yang tepat untuk menghilangkan kontaminan seperti timbal atau arsenik. Zat-zat tersebut tidak hilang hanya karena air dipanaskan hingga mendidih.

U.S. Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan bahwa merebus air tidak menghilangkan kontaminan seperti logam berat, garam, dan sebagian besar bahan kimia.

Artinya, jika sumber masalah air adalah kontaminasi logam berat, air yang sudah direbus belum tentu aman untuk diminum. Diperlukan metode pengolahan yang memang dirancang untuk mengurangi jenis kontaminan tersebut.

3. Bagaimana dengan Garam dan Mineral yang Terlarut?

Perebusan juga tidak dirancang untuk menghilangkan garam atau mineral yang sudah terlarut di dalam air.

Ketika air direbus, sebagian air dapat berubah menjadi uap, sedangkan zat terlarut tetap berada di dalam wadah. Jika jumlah air berkurang cukup banyak, konsentrasi zat terlarut yang tersisa bahkan dapat meningkat.

Hal ini berbeda dengan proses seperti distilasi, yang memisahkan air melalui penguapan dan kondensasi.

Karena itu, jika air memiliki masalah terkait kandungan zat terlarut atau mineral tertentu, merebusnya bukan berarti zat tersebut ikut hilang.

4. Merebus Air Tidak Menghilangkan Semua Zat Kimia

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah, apakah merebus air menghilangkan zat kimia?

Secara umum, tidak.

Perebusan tidak dapat dianggap sebagai metode untuk menghilangkan kontaminan kimia dari air. CDC menjelaskan bahwa air yang terkontaminasi bahan kimia tertentu tidak dapat dibuat aman hanya dengan merebusnya.

Kontaminan kimia dapat berasal dari berbagai sumber, seperti aktivitas industri, pertanian, maupun kondisi lingkungan. Beberapa contohnya adalah:

  • Nitrat
  • Pestisida tertentu
  • Arsenik
  • Senyawa kimia industri
  • Berbagai bahan kimia lainnya

Untuk masalah seperti ini, jenis kontaminannya perlu diketahui terlebih dahulu sebelum menentukan teknologi pengolahan yang tepat.

5. Air Keruh, Berpasir, atau Berlumpur Tidak Otomatis Menjadi Bersih

Merebus air juga bukan solusi utama untuk menghilangkan masalah fisik seperti pasir, lumpur, sedimen, atau partikel tersuspensi.

Perebusan dapat membantu menonaktifkan mikroorganisme yang terdapat di dalam air, tetapi partikel fisik tetap dapat berada di dalam air setelah proses selesai.

Jika air terlihat keruh atau mengandung banyak partikel, proses pengolahan biasanya membutuhkan tahap penyaringan terlebih dahulu.

Ini menjadi alasan mengapa pengolahan air sering dilakukan melalui beberapa tahapan. Satu metode mungkin ditujukan untuk partikel, sementara metode lainnya digunakan untuk mikroorganisme atau kontaminan tertentu.

Jadi, Apa Saja yang Bisa dan Tidak Bisa Diatasi dengan Perebusan?

Secara sederhana, kemampuan perebusan dapat digambarkan seperti berikut:

Jenis kontaminanEfektif dengan perebusan?
BakteriYa
VirusYa
Protozoa tertentuYa
Pasir dan sedimenTidak
Lumpur dan partikelTidak
Logam beratTidak
Garam terlarutTidak
Sebagian besar bahan kimiaTidak

Jadi, merebus air menghilangkan kontaminan tertentu, terutama mikroorganisme, tetapi tidak dapat disamakan dengan proses memurnikan air dari seluruh jenis pencemar.

Baca Juga: Mengapa Air Tetap Keruh Setelah Memasang Filter Air?

Kapan Sebaiknya Air Direbus?

Perebusan sangat berguna ketika terdapat risiko kontaminasi mikrobiologis. Misalnya, ketika ada anjuran dari otoritas terkait untuk merebus air sebelum diminum.

Namun, jika air memiliki masalah seperti bau, warna, rasa, kekeruhan, endapan, atau terdapat dugaan kontaminasi kimia, perebusan saja tidak cukup untuk menentukan bahwa air tersebut aman.

Sebaiknya cari tahu terlebih dahulu penyebab perubahan kualitas air. Pemeriksaan kualitas air dapat membantu menentukan jenis kontaminan dan teknologi pengolahan yang sesuai.

Merebus Air dan Filter Air Memiliki Fungsi yang Berbeda

Merebus dan menyaring air bukan dua metode yang saling menggantikan dalam semua kondisi.

Perebusan terutama digunakan untuk mengatasi mikroorganisme, sedangkan sistem filtrasi dirancang untuk mengurangi kontaminan tertentu berdasarkan teknologi dan media yang digunakan.

Karena itu, pemilihan filter air rumah sebaiknya tidak hanya berdasarkan klaim bahwa filter dapat “membersihkan” atau “memurnikan” air. Perhatikan jenis kontaminan yang ingin dikurangi dan kemampuan teknologi yang digunakan.

CDC juga menyarankan konsumen memahami kontaminan yang dapat dikurangi oleh suatu sistem pengolahan sebelum memilih produk pengolahan air.

Air di Rumah Perlu Direbus atau Difilter?

Jika Anda hanya membutuhkan perlindungan dari mikroorganisme dalam kondisi tertentu, merebus air dapat menjadi salah satu langkah yang efektif.

Tetapi jika Anda menghadapi masalah kualitas air yang lebih kompleks, seperti air keruh, berbau, berwarna, memiliki rasa yang tidak biasa, atau ingin mengetahui teknologi pengolahan yang sesuai dengan kondisi sumber air, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pureve menyediakan solusi pengolahan air untuk kebutuhan rumah tangga dengan pilihan sistem yang dapat disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan air.

Ingin tahu solusi pengolahan air yang sesuai untuk rumah Anda? Konsultasikan kebutuhan air Anda bersama Pureve.

Referensi

Artikel Terkait

Rekomendasi Produk

Water purifier Eternal menghadirkan solusi air minum yang menyegarkan dan stylish…
Selengkapnya…

Solusi filter air reverse osmosis dengan Pureve Industrial RO untuk sekolah, rumah sakit, industri, dan perkantoran….
Selengkapnya…

Dirancang khusus untuk sumber air PDAM, membantu menyaring kotoran, pasir halus, dan partikel tersuspensi agar air…
Selengkapnya…