Pureve

Air Tandon Kotor: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

air tandon kotor

Air tandon kotor adalah masalah yang sering terjadi di banyak rumah, perkantoran, hingga bangunan komersial, namun kerap dianggap sepele. Padahal, air yang disimpan di tandon dan digunakan setiap hari untuk mandi, mencuci, memasak, bahkan konsumsi, sangat menentukan kualitas hidup dan kesehatan penggunanya. Air yang tampak keruh, berbau, atau meninggalkan endapan adalah tanda bahwa kualitas air dalam tandon tidak lagi layak digunakan.

Masalah ini tidak hanya soal kebersihan tandon, tetapi juga tentang bagaimana air masuk, disimpan, dan digunakan kembali. Jika dibiarkan, tangki kotor dapat menjadi sumber bakteri, jamur, dan kontaminan berbahaya lainnya.

Penyebab Air Tandon Menjadi Kotor

Untuk mengatasi air tandon kotor secara tepat, langkah pertama adalah memahami penyebabnya. Berikut beberapa faktor utama yang paling sering terjadi:

1. Kualitas Air Sumber yang Buruk

Air yang masuk ke tandon sering kali berasal dari air tanah atau air PDAM yang masih mengandung lumpur, pasir halus, zat besi, mangan, atau klorin berlebih. Tanpa proses penyaringan, partikel-partikel ini akan mengendap dan menumpuk di dasar tandon, membuat tangki kotor dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Kualitas Air Bersih di Indonesia Masih Menjadi Tantangan Besar

2. Tandon Jarang Dibersihkan

Tandon air idealnya dibersihkan secara berkala, minimal setiap 3–6 bulan. Jika tidak, endapan, biofilm, dan mikroorganisme akan terus berkembang. Inilah salah satu penyebab utama air menjadi keruh dan berbau.

3. Penutup Tandon Tidak Rapat

Tandon yang tidak tertutup rapat berisiko kemasukan debu, serangga, bahkan kotoran hewan kecil. Selain membuat air kotor, kondisi ini juga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

4. Paparan Sinar Matahari

Tandon yang terpapar sinar matahari langsung memicu pertumbuhan lumut dan alga, terutama jika air mengandung nutrisi tertentu. Akibatnya, air berubah warna dan berbau tidak sedap.

5. Material dan Usia Tandon

Tandon lama atau berbahan kurang berkualitas dapat mengalami degradasi, sehingga serpihan dinding tangki ikut tercampur dalam air dan memperparah kondisi tangki kotor.

Dampak Air Tandon Kotor bagi Kesehatan dan Aktivitas Harian

Air tandon yang kotor bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan. Beberapa risiko yang bisa muncul antara lain iritasi kulit, rambut kering dan rontok, bau tidak sedap pada cucian, hingga gangguan pencernaan jika air digunakan untuk memasak atau diminum tanpa penyaringan lanjutan.

Selain itu, peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, pemanas air, dan pipa juga lebih cepat rusak akibat endapan dan kotoran yang terbawa air.

Cara Mengatasi Air Tandon Kotor Secara Efektif

Membersihkan tandon saja tidak cukup jika sumber masalahnya tidak ditangani. Berikut solusi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan:

1. Pasang Filter Air Sebelum Air Masuk ke Tandon

Langkah paling krusial adalah memastikan air yang masuk ke tandon sudah melalui proses filtrasi. Dengan memasang filter air di jalur inlet, partikel lumpur, pasir, karat, dan zat berbahaya dapat disaring sejak awal, sehingga tandon tetap bersih lebih lama.

Baca Juga: Tips Merawat Filter Air agar Tetap Awet dan Efektif di Rumah Anda

2. Gunakan Filter Setelah Air Keluar dari Tandon

Selain sebelum masuk, air yang keluar dari tandon juga idealnya disaring kembali, terutama jika digunakan untuk mandi, mencuci, atau konsumsi. Sistem filter di titik pemakaian (point of use) memastikan air tetap bersih meskipun terjadi kontaminasi ringan di dalam tandon.

3. Bersihkan Tandon Secara Berkala

Walaupun sudah menggunakan filter, pembersihan rutin tetap diperlukan untuk menghilangkan sisa endapan yang mungkin masih terbentuk.

4. Pastikan Tandon Tertutup dan Terlindung

Gunakan penutup tandon yang rapat dan, bila memungkinkan, tempatkan tandon di area yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Solusi Filter Air Pureve untuk Mengatasi Tangki Kotor

Pureve menyediakan dua jenis produk untuk kebutuhan rumahan, yaitu filter air dan water purifier, dengan fungsi yang berbeda. Filter air Pureve digunakan untuk menghasilkan air bersih yang aman untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Dengan menyaring kotoran sejak awal, filter air membantu mencegah penumpukan endapan yang membuat air tandon kotor.

Sementara itu, Pureve Water Purifier digunakan untuk menghasilkan air bersih yang aman untuk diminum. Dipasang pada titik konsumsi, water purifier memastikan air yang telah disimpan di tandon tetap layak dan aman dikonsumsi.

Kombinasi keduanya membantu menjaga kualitas air sekaligus mencegah masalah tangki kotor secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Air tandon kotor bukan masalah sepele dan tidak bisa diatasi hanya dengan membersihkan tangki sesekali. Akar permasalahannya sering kali berasal dari kualitas air yang masuk dan tidak adanya sistem filtrasi yang memadai. Dengan kombinasi perawatan tandon yang tepat dan penggunaan filter air sebelum dan sesudah tandon, kualitas air dapat terjaga secara konsisten.

Ingin air di rumah tetap bersih, jernih, dan bebas dari masalah tangki kotor? Temukan solusi filter air Pureve yang sesuai dengan kebutuhan Anda sekarang juga.

Kunjungi website Pureve atau hubungi tim kami untuk konsultasi gratis dan rekomendasi sistem filtrasi terbaik untuk rumah Anda.

Artikel Terkait

Rekomendasi Produk

Water purifier Eternal menghadirkan solusi air minum yang menyegarkan dan stylish…
Selengkapnya…

Solusi filter air reverse osmosis dengan Pureve Industrial RO untuk sekolah, rumah sakit, industri, dan perkantoran….
Selengkapnya…

Pureve Air Purifier adalah solusi untuk menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat di rumah Anda….
Selengkapnya…